PKM-GT Ular Tangga

PERMAINAN TRADISIONAL ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK ANAK TAMAN KANAK – KANAK

RINGKASAN

Media pembelajaran yang sering kita temui pada saai ini adalah media pembelajaran balam bentuk cetak, audio visual, dan berbasis computer. Namun sebenarnya ada juga media pembelajaran dalam bentuk permainan. Bagi anak taman kanak – kanak media pembelajaran permainan akan sangat menyenangkan dan mudah untuk dipahami.  Karena media pembelajaran dalam bentuk permainan mampu melatih kognitif anak dan memotivasi anak untuk belajar dan bersosial. Inilah yang membuat saya memiliki gagasan menjadikan permainan tadisional, salah satunya permainan ular tangga sebagai media pembelajaran matematika untuk taman kanak – kanak agar anak – anak dapat belajar sambil bermain dan tidak melupakan permainan tradisional.

Permainan ular tangga diciptakan pada abad ke–2  sebelum masehi dengan nama “Paramapada Sopanam” (Ladder to Salvation).  Dikembangkan oleh pemuka agama Hindu untuk mengajarkan anak-anak mengenai “penghargaan”. Ular merepresentasikan “keputusan yang buruk dan jahat”, sedangkan tangga melambangkan “keputusan yang bermoral dan baik”. Permainan ini masuk ke Inggris pada tahun 1892, dan pada tahun 1943 namanya diubah menjadi “Chutes and Ladders” oleh Milton Bradley di Amerika untuk dikomersialkan (http://id.wikipedia.org/wiki/Ular_tangga). Ular tangga menjadi bagian dari permainan tradisional di Indonesia meskipun tidak ada data yang lengkap mengenai kapan munculnya permainan tersebut. Pada zaman dulu, banyaknya anak-anak Indonesia yang bermain ular tangga membuat permainan ini menjadi sangat populer di masyarakat. Permainan ini ringan, sederhana, mendidik, menghibur dan sangat berinteraktif jika dimainkan bersama – sama. Permainan sederhana namun mengasyikkan ini tersebar di seluruh dunia dan umumnya memiliki ciri yang sama dengan nama yang umumnya merupakan terjemahan dari kata ular dan tangga dalam bahasa masing-masing. Dalam bahasa Inggris misalnya dinamakan Snakes-and-Ladders.

Penggunaan media permainan ular tangga sebagai media pembalajaran dapat digunakan sebagai salah satu  alternative untuk dapat mengembangkan kemampuan  mengenal konsep bilangan. Guru dapat menggunakan media permainan ular tangga yang direkomendasikan dalam pembelajaran metematika di Taman Kanak – Kanak yang merupakan permainan yang disukai anak – anak karena cara memainkannya yang sangat mudah dan menarik. Menurut Nining Sriningsih mengungkapkan secara umum bahwa media permainan ular tangga dapat diberikan untuk anak usia 5-6 tahun dalam rangka menstimulasi berbagai bidang pengembangan seperti kognitif, bahasa dan sosial. Keterampilan berbahasa yang dapat distimulasi melalui permainan ini misalnya kosakata naik turun, maju mundur, ke atas – ke bawah, dan lain sebagainya. Keterampilan sosial yang dilatih dalam permainan ini di antaranya kemauan mengikuti dan mematuhi aturan permainan, bermain secara bergiliran. Keterampilan kognitif matematika yang terstimulasi yaitu menyebutkan urutan bilangan, mengenal lambang bilangan dan konsep bilangan.

Program Kreaktifitas Mahasiswa ini belum sempurna, apabila ada kesalahan atau kesamaam mohon dimaafkan yaaa…..

untuk lebih lengkapnya silahkan unduh di cover pkm ular dan PKM ulartangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s